English
English
Vietnam

Tanjung Verde mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia dengan memastikan langkah ke babak gugur pada penampilan perdana mereka di turnamen tersebut. Hasil imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir fase grup sudah cukup membawa wakil Afrika itu finis di posisi kedua Grup H. Dengan jumlah penduduk sekitar 525 ribu jiwa, Tanjung Verde resmi menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia putra.
Perjalanan tim berjuluk Blue Sharks ini penuh kejutan sejak awal turnamen. Mereka berhasil menahan imbang Spanyol tanpa gol pada laga pembuka, kemudian bermain 2-2 melawan Uruguay. Tanjung Verde mengakhiri fase grup tanpa kekalahan dengan tiga hasil imbang dan unggul satu poin atas Uruguay, yang harus tersingkir bersama Arab Saudi setelah Spanyol meraih kemenangan pada pertandingan lainnya.
Kesuksesan Tanjung Verde juga menciptakan sejumlah rekor. Mereka menjadi tim debutan pertama yang lolos ke fase gugur sejak Slovakia pada 2010, sekaligus pendatang baru pertama yang tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan fase grup sejak Senegal pada Piala Dunia 2002. Selanjutnya, mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina pada babak 32 besar dalam tantangan yang diperkirakan jauh lebih berat.
Salah satu sosok penting di balik pencapaian ini adalah kiper veteran Vozinha yang tampil gemilang sepanjang turnamen. Ia kembali menjadi penyelamat tim dengan beberapa penyelamatan krusial saat menghadapi Arab Saudi sehingga gawangnya tetap tidak kebobolan. Dukungan besar dari para suporter serta keyakinan pelatih Bubista turut menjadi faktor penting yang mengantar Tanjung Verde mengubah status sebagai tim kuda hitam menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia edisi kali ini.