English
English
Vietnam

Persib Bandung harus menerima hukuman berat dari AFC setelah insiden kericuhan yang terjadi pada laga AFC Champions League 2 melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Keputusan tersebut diumumkan Komite Disiplin dan Etik AFC setelah melakukan peninjauan terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi selama pertandingan berlangsung. AFC menilai Persib gagal menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan, termasuk dalam pengawasan terhadap perilaku suporter serta sistem pengamanan stadion.
Akibat pelanggaran tersebut, Persib dikenai denda finansial dengan total mencapai USD200 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar. AFC juga memberikan batas waktu selama 30 hari kepada klub untuk menyelesaikan pembayaran denda sejak keputusan resmi diterima. Hukuman ini menjadi salah satu sanksi terbesar yang diterima klub Indonesia dalam kompetisi antarklub Asia dan menunjukkan sikap tegas AFC terhadap masalah keamanan pertandingan.
Tidak hanya denda, Persib juga dijatuhi sanksi olahraga berupa pertandingan kandang tanpa penonton pada kompetisi AFC berikutnya. Hukuman itu berlaku untuk dua laga kandang yang digelar di Indonesia, meski satu pertandingan mendapat status penangguhan selama masa percobaan dua tahun. Artinya, jika Persib kembali melakukan pelanggaran serupa dalam periode tersebut, hukuman tambahan akan langsung diberlakukan. Situasi ini tentu menjadi kerugian besar karena atmosfer dukungan suporter di Stadion GBLA selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama Persib saat tampil di level Asia.
AFC menyatakan Persib terbukti melanggar beberapa pasal dalam Kode Disiplin dan Etik serta Regulasi Keselamatan dan Keamanan AFC. Kasus ini menjadi peringatan penting bagi klub dan seluruh pihak penyelenggara pertandingan untuk meningkatkan standar keamanan dan pengendalian suporter di stadion. Selain berdampak pada citra klub, hukuman tersebut juga dapat memengaruhi persiapan Persib di kompetisi Asia musim berikutnya karena harus tampil tanpa dukungan penuh dari para pendukungnya.